Aku, Kau, dan Dia

Meski terdengar aneh, aku selalu suka kau yang selalu memanggil ‘kamu’ padaku, biasanya kau memanggil ‘lo’ pada orang lain. Aku juga suka kamu yang berubah memakai kata ‘saya’ ketika berbincang denganku, karena aku selalu memakai ‘saya’ ketika berbincang dengan siapapun. Karena sedari dulu aku kurang suka memakai kata ‘gue’.

Kau berusaha menyesuaikan diri. Iya, sepertinya begitu. Meski terkadang terasa janggal saat kau mengucap ‘kamu’ dan ‘saya’.

Aku suka caramu menyikapi suatu hal. All is well, begitulah yang kutanggap saat memandang wajahmu. Iya, kau tipikal orang yang tenang. Di saat tergenting kau masih bisa berucap, ‘Selow, pasti kuat’.

Kau bisa menjadi peredam panik yang baik.

Aku suka semua caramu, Prince.

Tapi aku juga suka cara dia, yang begitu mengayomiku dan bisa meredam sisi kekanakanku, pohon besar yang menaungi perdu di bawahnya.

Saat ini, semuanya menjadi samar. Suka, Cinta, Simpati, Kau, dan Dia.

Biarlah Tuhan yang menuntunku.

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s