Identitas

Identitas

Jung Yunho | Shim Changmin

– Written by Fla –

 

Yunho tidak paham kenapa seharian ini Changmin selalu menekuk wajahnya. Terbayang tidak bagaimana penampakan bibir Changmin yang unik itu ketika si pemiliknya cemberut tiada henti? Siapapun yang melihatnya akan dibuat kesal.

 

Saat Yunho menanyakan pendapat Changmin mengenai video clip teranyar JYJ, anak itu hanya bergumam “biasa saja”. Padahal biasanya Changmin selalu antusias mengomentari, dari mulai hal yang sepele seperti ‘eyeliner tebal membuat Si Pantat Bebek itu terlihat begitu menyebalkan’ sampai ‘napas Jaejoong hyung sudah tidak sekuat dulu, si eomma  memang sudah tua. Hyung, kau masih memujanya?’.

Saat Yunho bertanya ingin makan malam di mana setelah latihan di gedung SM usai, Changmin hanya membalas –dengan jawaban yang sama sekali bukan khas Changmin ketika membahas soal makan-memakan—singkat dan sangat tidak jelas, “Terserah saja.”

Saat Yunho memamerkan jaket musim dingin terbarunya yang merupakan hadiah dari sahabatnya yang bekerja di Australia, Changmin hanya menggedikkan bahu lalu melengos pergi seolah mengatakan, “aku tidak mau tahu.”

Bahkan ketika Yunho menunjukkan sebuah video panas kepada anggota DBSK ter-tidak suci pikiranya itu dan Yunho pun sudah memancingnya dengan teriakan-teriakan ala pria tergoda, Changmin justru mencibirnya dengan sangat ketus, “Cih!”

Parahnya, Changmin sama sekali tidak menjawab ketika Yunho bertanya, memberi kode pun tidak. Masalahnya lagi, Yunho yakin seharian ini, bahkan sejak dua hari yang lalu, dirinya tidak melakukan kesalahan ataupun perbuatan apapun yang sekiranya bisa memancing kekesalan Changmin. Biasanya anak itu hanya akan ketus kepada orang yang menjadi penyebab amarahnya, tanpa membuat orang lain harus terkena imbasnya. Jadi, ada apa gerangan sampai Changmin separah ini responnya?

Kalau ini terjadi sebelum tahun 2009, Yunho bisa dengan mudah menebaknya. Kemungkinan besar Jaejoong atau Junsu mengambil makanan dari kulkas dan sialnya itu adalah cadangan makanan milik si Tukang Makan, Shim Changmin. Tapi ini sudah tahun 2014 dan Changmin sudah sejak beberapa tahun belakangan mulai peduli dengan kata ‘diet’.

Entah karena rasa tanggung jawabanya sebagai seorang leader yang harus serba tahu tentang kondisi rekannya, atau karena Yunho hanya tersulut akibat sikap Changmin yang mau tidak mau berhasil membuatnya ikut jengkel juga, Yunho bertekad malam ini juga ia harus mengetahui penyebabnya.

“Hei, Kyu. Jangan lagi kau mengaku sebagai sahabat Changmin kalau tidak bisa menjawab pertanyaanku setelah ini!!” Yunho yang sudah sangat penasaran itu memutuskan menelepon si maknae Super Junior yang notabene merupakan kawan se-pabrik otak dengan Changmin. Dan ia langsung menyambar tanpa basa-basi sedikitpun begitu Kyuhyun menjawab video call-nya.

Euh, ada perkara penting macam apa sampai hyung meneleponku tengah malam begini?” Kyuhyun menjawab sambil mengucek-ngucek matanya yang sudah sangat mengantuk. Gangguan dari Yunho ini jelas memperparah kondisi matanya.

Yunho cukup merasa bersalah karena harus menunda jam tidur Kyuhyun. Terlebih setelah itu Kyuhyun menguap sangat lebar tanpa menutupnya—menandakan bahwa anak itu sudah tidak peduli norma kesopanan lagi dan hanya menginginkan satu hal: tidur.

“Ah, maaf, maaf. Ini sebentar saja, setelah ini kau bisa tidur nyenyak. Eum, hanya pertanyaan kecil tapi mungkin perlu jawaban besar.”

“Iya sudah cepat, Hyung.” Kyuhyun mengusap wajahnya yang sudah tampak kemerahan dengan satu tangan.

Yunho semakin canggung. “Begini, Kyu… apa kau tahu kenapa hari ini Changmin terlihat seperti… eum, habis memergoki seseorang mencuri simpanan makanannya?”

“Terlihat sangat kesal, maksudnya?”

“Iya, iya, itu!” Yunho seperti bocah habis menemukan sebatang lolipop. “Kira-kira kenapa ya? Aku rasa kau tahu.”

Kyuhyun di seberang sana mendengus panjang dan sembari menyipitkan matanya keji, ia berseloroh, “Jangan mengaku leader DBSK atau hyung-ku kalau kau tidak tahu jawabannya. Sudah berapa tahun kau bersama Changmin, huh? Selamat malam, Hyung.”

Kyuhyun pun memutuskan sambungannya.

***

Tadinya Yunho pasrah dan akan menunda rasa penasarannya sampai besok pagi dengan memaksa Changmin buka mulut atau Yunho akan sibuk bertanya pada penghuni SM lainnya. Tapi apa daya, ternyata rasa penasarannya sangat besar dan ia yakin tidak akan bisa memejamkan mata sebelum mengetahui jawabannya.

Akhirnya ia pun menelepon Minho (dengan terlebih dahulu berusaha sekuat hati untuk menyingkirkan rasa tidak enaknya kepada Minho) meski ini sudah lewat tengah malam. Yunho sebetulnya tidak yakin Minho masih terjaga ataupun bisa bangun lagi ketika sudah terlanjur tidur. Tapi tidak ada salahnya mencoba, kalau diangkat, besok-besok Yunho akan menyampaikan ajakan makan siang di restoran mewah kepada Minho.

Diangkat! Minho memang baik hati dan tidak menyebalkan seperti Kyuhyun. Terlebih lagi, Minho mengangguk setelah Yunho selesai membeberkan duduk perkaranya kepada anak itu. Yunho sangat berharap Minho dapat menjadi penerangnya, dan anggukan itu seakan menjadi pertanda baik.

“Jadi, kau sepertinya bisa memberikan jawaban untukku.” Yunho berdeham.

Minho justru terbahak, bukannya langsung memuaskan rasa ingin tahu Yunho. Si pemilik mata besar itu bahkan semakin kegirangan tertawa dan ini cukup membuat Yunho tersinggung karena mengira Minho mengejek ketidaktahuannya.

“Ya, ya, ya! Cepat, Minho-ya.Kau ingin membuatku mati penasaran, huh?”

Minho berhenti tertawa, sadar suara Yunho di seberang sana sudah terdengar sangat tidak sabar. “Tidak, tidak. Bukan begitu, Hyung. Justru aku ini dongsaeng paling baik yang tidak ingin hyung mati cepat dalam keadaan tertawa.”

Yunho keki dan semakin mendesak Yunho dengan mengatakan bahwa besok anak itu akan mendapati foto paparazzi yang menyoroti mata panda Yunho lantaran Minho tidak mau memberitahu sebuah jawaban. Yunho bahkan merayu Minho dengan mengiming-imingi menu daging sapi teranyar sebuah restoran mewah di kawasan elit Gangnam.

 “Terima kasih untuk bayangan indah tentang daging sapinya. Tapi, aku sedang diet agar badanku tetap bagus saat SM TOWN Seoul nanti. Hyung harus percara aku, tidak perlu khawatir atau penasaran, ini sama sekali bukan sebuah perkara. Lebih baik sekarang tidur dan jaga stamina. Jaljayo!

Klik. Mati lagi. Tersisa Jung Yunho yang kini harus mengerang kencang, “Yaaaa! Kenapa sih aku harus memiliki tiga dongsaeng super menyebalkan! Tuhan pasti mengutukku.”

***

Yunho berusaha sekuat tenaga untuk mempercayai ucapan Minho dan berusaha terlihat riang meski hari-hari berikutnya Changmin tetap belum berubah sikapnya. Semuanya baik-baik saja dan keanehan Changmin hanya perlu ditanggapi dengan sikap tenang. Changmin membanting pintu, Yunho justru memberi tanggapan menyenangkan seperti ‘hati-hati di jalan’. Changmin menggerutu tidak jelas setiap kali jeda, Yunho berusaha membuatnya rileks dengan menceritakan ulah-ulah lucu para penari latar saat tur terakhir DBSK. Changmin membanting pelembab wajah, Yunho berbaik hati mengambilnya dan menaruhnya dengan rapi ke atas meja.

Tapi tidak saat itu tiba. Beberapa menit menjelang satu jam setelah SM Town usai dan para artis SM diminta berkumpul di ruang ganti, Yunho yang tengah bercengkrama dengan Taemin dan Kai dalam rangka membahas gerakan tari di MV terbaru EXO, mendengar suara benda dibanting dan itu berasal dari sebuah ponsel yang dibanting oleh Changmin.

“Ya, ya, ya! Kau ini ada masalah apa sebenarnya? Berhari-hari kau mengurung dirimu sendiri dalam rasa kesal tanpa mau bercerita pada hyung-mu sendiri, mengabaikanku, dan sekarang? Hei, itu iPhone terbaru dan kalau kau sudah muak memakainya, kau bisa menghibahkannya kepadaku. Jangan membantingnya! Kau ini sungguh tidak tahu cara mensyukuri nikmat Tuhan.” Tanpa berpikir untuk memelankan suara, Yunho mengomeli Changmin. Urusan lain kalau nantinya Taemin dan Kai memandangnya sebagai leader tidak sabaran.

“Diam, Hyung, diam. Hyung, jawab aku. Sebenarnya kita ini siapa?”

Demi Tuhan. Ini pertanyaan terlucu yang pernah Yunho dengar selama ia bersama Changmin. Si Jangkung yang super jenius ini menanyakan sebuah pertanyaan yang jawabannya sudah jelas. “Kita ini duo DBSK, kalau itu yang kau maksud. “

“Bukan. Bukan itu maksudku!” bentak Changmin.

“Hei, kalau pertanyaanmu itu berbau filosofis, kurasa aku perlu bertapa untuk memberikan jawaban kepada si jenius Shim Changmin.”

Taemin dan Kai buru-buru menghampiri keduanya. Bukan pertanda baik ketika dua orang dewasa seperti Yunho dan Changmin tiba-tiba saling meninggikan suaranya. Taemin mengajak Yunho mundur, dan Kai memijat-mijat bahu Changmin seakan meminta pria itu untuk tenang.

“Tidak, Taemin. Aku harus bicara pada Changmin. Aku janji tidak akan terjadi apa-apa, tidak akan sampai muncul berita tidak enak di situs manapun.” Yunho yang mengerti maksud Taemin pun memelankan suaranya. Ia ambil napas panjang untuk kemudian menanggapi Changmin lagi, “Tenang, tenang. Jadi maksud dari pertanyaanmu itu… eum, apa ini sejenis pertanyaan seorang hamba kepada Tuhannya ketika hamba tersebut kehilangan jati diri? Ah, kalau bukan… apa kau habis dipermainkan seorang gadis sampai kau heran sebenarnya gadis itu menganggapmu siapa hingga berani mempermainkanmu?”

“Kau terlalu jauh berpikir, Hyung. Aku hanya bertanya kita ini siapa. Kita, kau dan aku. Jadi tidak ada kisah Hamba yang kehilangan identitas, tidak pula ada si tampan yang dicampakkan si gadis jelita,” Changmin mendengus sambil memungut ponselnya yang untungnya masih menyala.

“Kau dan aku? Hei, kita ini duo DBSK, member boyband legendaris SM. Oh, jangan bilang kau sedang sedih karena pamor kita semakin meredup? Tidak, tidak apa-apa, tenang saja. DBSK akan selalu ada di hati penggemarnya.”

Suasana berubah jadi sedih dengan menunduknya kepala Taemin dan Kai. Dua anak muda ini tidak tega menyaksikan raut wajah Yunho yang meratap dan Changmin yang terlihat jengah.

Aigoo, kenapa dunia ini begitu melankolis!” Changmin menepuk keningnya frustasi. Sisa make up di wajahnya ia usap  kasar dengan tangan kosong.

Hyung, lihat ini!” Changmin tak mampu lagi berkata-kata. Ia menyerahkan ponselnya kepada Yunho dalam keadaan terbukanya aplikasi Safari.

Yunho patuh, Taemin dan Kai mengerubunginya.

“Bwahahahahahahaha.”

Dua detik kemudian tawa setan membahana di ruangan itu. Sekarang Yunho tahu, sesuatu yang tidak dicari justru akan ditemukan dengan sendirinya. Susah payah ia mengorek Informasi dari Kyuhyun dan Minho, sekarang pecah sudah. Sekarang Yunho pun tahu, Kyuhyun tidak menyebalkan dan Minho sesungguhnya berkata benar.

“Percuma, Hyung, percuma. Betul kata Yoochun hyung, aku makan banyak saja supaya sehat. Masa bodoh dengan diet, membentuk badan supaya indah, dan susah payah fitness agar dadaku berbidang-bidang tiga, enam, atau berapalah. Aku menjijikkan sekali sekarang”

“Huahahahahahahahahaha.”

“Lihat? Aku menahan jengkel berhari-hari untuk momen ini, yang sudah kuduga, para netizen itu akan kegirangan mengomentari diriku.”

Tawa yang lebih kencang terdengar bersamaan dengan Changmin yang mengacak-acak rambutnya. Sekali lagi Yunho mengakui kalau Minho benar.

“Hyung, kita ini siapa sebenarnya? Kita penyanyi yang menari? Bagian dari boyband? Ah, bukan. Kita, ah, tidak. Hanya aku, kau tidak. Aku rasa aku sudah beralih profesi sebagai pelawak, setelah tampil nista dengan dress merah menjijikkan itu!” Changmin merebut ponselnya dari Taemin yang kini sudah mengeluarkan air mata saking lamanya tertawa.

Aniyo,kau gisaeng tercantik sekarang. Honey, kita bermalam, yuk!” Yunho bertambah puas menggoda Changmin.

Anak itu rupanya…

Fin

 

 

 

Iklan

  1. Ini…wakakakakakakakk
    Iyaaaa, si changmin ituu…awawaw, maniiiiiiis… si kyuhyun manis nyebelin, si minho manis nista…
    #plakkk
    Di saat taemin brusaha manly, si minho malah terjebak dalam trio changkyuho nya…wakakakak

    Ihi, kaget tau kak fla nulis lagiiii…ayo ayo kaaaaaak, ditunggu lg tulisannya 😀

    • Mwahahaha, aku ngakak nyembur waktu pertama kali liat. Dan yg minho, pingin muntah liatnya, nista abissss– bener kata dhila

      Eh? Emang itu performnya cm bertiga yah? Bukannya ada suho juga? Eh atau gimana?
      Aku kepingin bgt nulis lagi stelah liat ami di saladbowl, semacem ada kesadaran: yaampun, temen kamu udah berkembang jauuhhh, kamu ngapain aja sih! Ayo, ayo!
      Jd aku harus berterima kasih sama ami kalau sampe besok2 aku jadi produktif lg, heheh *colek ami*

  2. Wuahaha, jadi ini toh, soal foto nista itu. Aku juga kaget ngeliatnya. Changmin tertekan banget sepertinya, perlu support lebih tuh supaya krisis identitasnya nggak berlanjut 😀
    Yey, fla akhirnya comeback! Ditunggu tulisan lainnya 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s