Pertentangan

Ada banyak pertentangan seputar diriku.

Aku sepertinya…
Seseorang yang tahu kapan harus diam, tapi tidak selalu tahu kapan harus bicara.
Aku tidak ingin menjadi si “tak diketahui”, tapi juga tidak terlalu suka diekspos berlebihan.
Aku benci orang menganggapku tak mampu, tapi tidak suka juga memberitahu dunia tentang apa yang kubisa–aku lebih suka orang tahu tanpa aku harus bercerita.
Aku suka berteman, tapi sekaligus tidak terlalu suka berbasa-basi demi menjalin hubungan.
Ketika keramaian berlangsung, sesekali aku merangsek ke tengah dan berbaur, tapi tak jarang aku lebih suka jadi observer.
Aku menurut seseorang, adalah orang yang punya gagasan tetapi aku juga hanyalah orang belakang panggung yang tak suka ketika seseorang mengumumkan bahwa itu adalah ideku dan hasil kerjaku. Tapi anehnya, aku ini benci kalau, seseorang mengakui ide dan usahaku sebagai usahanya.
Aku bukan seseorang yang tak bercerita tentang perasaanku maupun masalahku, tapi aku juga bukan orang yang akan menceritakan total tentang apa yang terpendam.
Tak banyak yang tahu kalau aku ini perhatian, kebanyakan menganggapku si cuek–hanya karena aku tidak suka berkata-kata manis. Hingga akhirnya beberapa orang mengaku terkejut ketika sekalinya aku berinteraksi intens dengan mereka.
Aku bukan orang yang suka jadi pendengar, tapi aku juga tidak akan banyak berbicara pada orang yang tidak tepat.
Aku suka mengobrol, tapi tak jarang aku memilih bisu atau bahkan menulikan pendengaranku ketika topiknya menyebalkan.
Aku benci seseorang memamerkan ia punya apa, baru beli apa, jalan-jalan kemana bersama siapa ataupun ia berceloteh tentang jasanya dan kehebatannya. Tapi aku juga benci menjadi pendengar ketika orang bercerita dia tidak punya apapun, tak punya siapapun untuk dijadikan pengisi hari, tidak bisa apapun.
Aku tidak suka dianggap hilang, tapi tidak juga ingin orang tahu aku di mana dan sedang apa.
Aku tak bisa juga disebut si setia kawan, tapi juga bukan seorang pengkhianat atau seseorang yang bisa pergi meninggalkan dengan mudahnya.
Aku bukan orang yang akan bersikukuh membela orang terdekatku pun menyanjung2 apa yang tidak layak disanjung, tapi bukan pula org yang akan mengucapkan kata2 tak beretika sekalipun teman dekatku seorang yang melacurkan diri.
Aku seorang pejuang keras kepala sekaligus pemalas ulung.
Aku berhemat sekaligus pemboros.
Aku pelupa parah sekaligus pengingat ulung.
Aku seseorang yang senang bepergian sendiri, sekaligus takut aku akan linglung di jalan.
Aku benci orang menafsirkan norma dengan logika, di saat yang sama aku pun tipe yg lebih mendengarkan isi otakku daripada bisikan hatiku.
Aku mudah sekali terenyuh, tapi sering juga aku melengos tak mau tahu.

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s