Car Accident

[100Words]  Car Accident

Written by Fla

#001 – Allkpop News

Publik Korea kembali berduka. Setelah kecelakaan memilukan yang menimpa member Ladies Code, mobil yang berisikan member EXO-K juga mengalami kecelakaan serupa hari ini (8/9) pada pukul 13.20 KST. Setelah beberapa jam bungkam, akhirnya pihak SM mengkonfirmasi bahwa saat ini Kim Jongin (Kai) terluka cukup serius dan masih mengalami koma pasca operasi, Do Kyungsoo mengalami retak tulang ringan di bagian kaki, Oh Sehun mengalami patah tulang sangat parah di kaki dan pinggangnya, sedangkan manager dan member lain hanya mengalami luka ringan tak berarti. Juru bicara SM meminta seluruh warga Korea dan fans memberikan dukungan doa kepada member EXO-K, terutama untuk Kai.

#002 – Kai: Kenapa Gelap?

Kai tidak tahu dirinya sedang berada di mana, terdampar di tempat seperti apa. Kai hanya tahu bahwa di tempatnya berada kini, tak ada sedikitpun penerangan. Gelap total. Oh, sial! Kai menggerutu.

Menurut ingatannya yang terakhir kali, ia sedang serius menonton video di ponselnya sampai akhirnya sebuah guncangan mengusiknya—entah guncangan apa itu. Uhm, satu hal lagi yang Kai ingat. Pencahayaan di video itu memang remang-remang.

Tapi, Kai bisa memastikan kalau sekarang lebih parah dari sebelumnya. Kai merutukinya. Kondisi ini membuatnya gagal menemukan ponselnya. Ia takut. Takut Suho hyung akan mengomelinya jika… leader-nya itu menjadi orang pertama yang menemukan ponsel tersebut.

#003 – Chanyeol: Do’a untuk Kawan

Tidak ada perasaan yang lebih mendominasi benak Chanyeol saat ini kecuali berharap. Harapan untuk Kai yang jiwanya sedang terdampar ke negeri antah berantah.

Siang tadi Chanyeol penasaran sekaligus bisa menebak kegiatan yang sedang dilakukan Kai. Chanyeol melihat anak itu terkikik sembari menjaga ketat layar ponselnya. Chanyeol sadar hal Kai hanya bereaksi seperti itu karena apa.

Chanyeol berpikir, andai saat itu ia tahu bahwa beberapa detik kemudian mobil mereka akan terguling, ia akan mengultimatum Jongin agar berhenti lebih dini. Kini Chanyeol hanya berdoa. Semoga Kai masih diberi waktu untuk bertaubat.

Cepat sadar, ponselmu akan kujaga agar yang lain tak terjerumus juga.

#004 – Baekhyun : Diam-diam Iri

Bisa dibilang Baekhyun dan Kyungsoo adalah dua punggawa vokal EXO-K. Huh, Baekhyun benci setiap kali ingat ini. Ia sebenarnya iri dengan Kyungsoo. Menurutnya, Kyungsoo memiliki jenis suara yang lebih baik daripada dirinya.

Kalau tidak ada Kyungsoo atau anak itu mau mengalah sedikit saja seperti Xiumin yang mengalah pada Kai, mungkin Baekhyun bisa lebih bersinar daripada sekarang.

Setelah sebuah tragedi yang menimpa EXO-K, Baekhyun melihat Kyungsoo mengalami patah tulang yang akan membuat anak itu diharuskan bernyanyi sambil duduk.

Huh, enak sekali Kyungsoo. Besok-besok dia bisa fokus menyanyi saja tanpa harus menari—sama enaknya dengan Sehun yang relatif jarang diberikan beban menyanyi.

#005 – Kyungsoo : Nanti Kasihan Dia

Kyungsoo senang bernyanyi bersama Baekhyun. Suara keduanya saling melengkapi, tentu member EXO-K lain juga membantu—tetapi dalam tugas yang berbeda.

Baekhyun baginya, seperti karang yang menghiasi lautan. Nyanyian Kyungsoo tak sempurna tanpanya, begitupun sebaliknya. Baekhyun mampu mencapai nada-nada tinggi yang tidak bisa Kyungsoo lakukan secara sempurna, dan jenis suara Kyungsoo sangat cocok untuk bagian-bagian yang memerlukan sentuhan kelembutan.

Sekarang Kyungsoo mengalami keretakan pada tulang kakinya. Dia sadar, mungkin butuh waktu beberapa saat untuk pemulihan yang membuatnya harus absen. Dia sedih ketika memikirkan ini, terlebih saat mengingat Baekhyun.

Besok-besok, aku akan merepotkannya. Dia akan memikul beban berat, tanpa aku bisa membantunya.

#006 – Suho: Semua Salahku

Suho tak bisa berhenti menangis dalam hening. Sepanjang perjalanan EXO, ini adalah masa-masa terberat dan paling menyedihkan bagi Suho. Kai koma, tulang kaki Kyungsoo tulangnya retak,  dan Sehun… ah, Suho sangat takut kehilangan dia seperti dirinya kehilangan dan tidak bisa membujuk Kris.

Suho merasa dirinya sangat lemah. Di saat Chanyeol dan Baekhyun terlihat begitu cemas di ujung lorong, Suho justru menjadi yang terlemas. Suho menduga tenaganya sudah hilang sama sekali, terseret dalam lubang penyesalan. Suho merutuki dirinya. Kalau saja ia tidak meminta manager—yang sedang menyetir—untuk mempercepat laju mobil karena dirinya butuh segera masuk kamar kecil, semuanya tidak begini.

#007 – Sehun : Inikah Pintuku?

Sehun tidak pernah berharap kecelakaan ini akan menimpanya dan member EXO-K. Sehun mendapatkan luka paling serius setelah Kai. Ia tidak yakin besok-besok SM masih akan mencantumkannya di dalam daftar member EXO.

Ia sejak tadi sibuk memikirkan ini. Inikah buah hasil doanya? Sehun sudah lama mengharapkan sesuatu. Dan ini merupakan waktu yang dirasanya tepat.

Sehun tidak keberatan jika SM memberhentikannya. Ia memang sudah merasa sangat lelah…dicap sebagai Si Tak Berguna di dalam grup. Sejak lama ia merasa tertekan setelah suatu hari pasca EXO debut, Sehun menyadari bahwa dirinya sama sekali tak pandai bernyanyi, menari pun tidak secemerlang Kai atau Lay hyung.

Fin

 

Iklan

  1. Wah, Fla, baca cerita ini malam-malam bikin aura gelapnya makin terasa. Menyelami sudut pandang masing-masing karakter itu emang asik. Ada yang sedih, ada yang menyesal, ada yang iri, ada yang pasrah. Dan emosi-emosi negatif itu mungkin cuma ada di pikiran mereka, di luarnya, bisa aja ditutupi.

    Baekhyun-Kyungsoo itu yang paling menarik. Di saat yang satu merasa iri, yang satu lagi malah merasa kasihan dengan yang lain. Semacam ironis 😦

    Ada yang mengganjal sedikit, Fla, pas bagian sudut pandang Kyungsoo. ‘Nanti dia kasihan’ …atau ‘Kasihan dia’? Ah, udah lama nggak baca buku jadi aku nggak yakin juga sih.

    • Nah, itu dia mi. Tdnya aku bolak-balik mikir yg bener gimana: kasihan dia nanti, nanti dia kasihan, dia kasihan nanti. Tp sepertinya ami betul, ntar aku edit kl OL PC

      Sebenernya aku ngerasa berhati batu bgt. Pada momen kecelakaan mobil macem ini bisa-bisanya aku nulis sudut pandang yg iri dsb. Tp dr dulu aku emg pernah mikir, ada ga sih rasa iri di hati salah satu member sebuah grup, rasa tersaingi, rasa engga betah dan pingin keluar, dsb. Kebetulan sekarang lg ada sebuah tragedi memilukan yg menimpa ladies code. Aku jd kepikiran buat nyelipin rasa penasaran2 aku barusan k dalam momen pasca kejadian naas. Dan ini sekaligus ironi, di saat harusnya semua org hanya berduka tok, justru ada pikiran2 lain dr masing2 member.

      Eh? Pasrah? Emang ami ada nangkep sudut pandang pasrah ya? Kl ada berarti perlu aku benahi penggunaan katanya krn aku ga bermaksud bikin perasaan ‘pasrah’.

      Thanks buat kunjungan tengah malamnya ya, Mi 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s